Minggu, 14 April 2013

>>>Untaian Kata

Seuntai kata ku ungkap, kini percuma,
segudang senyum ku tebar, kini tak ada guna..
Tangis ku, langkah ku, kini seiring sejalan..
Berjuta cinta hadir menemani ku,

tapi satu pun tak mampu buat ku menyayangi nya,.
Cintaku tetap kamu, rindu ku hanya kamu,
dan biarkan itu selama nya..
Meski kau telah tiada


Kau,,,,,,,
yang pernah mengisi lubuk hati ini
yang pernah katakan cinta tulus dari hati
kini kau pergi dengan sejuta kenangan

apa yang tlah qta jalani selama ini
ternyata harus pergi
dan tak mungkin kembali

indahnya masa lalu yang kita lalui
akan selallu ku simpan n ku kenang
dan aku hanya bisa berdo’a
semoga kau selalu bahagia bersamanya,,,

aku yakin kelak kan ku temukan jua pengganti mu yang lebih indah mengisi hidup ku,,,,

selamat tinggal kenangan,,,,,,
selamat tinggal masa lalu,,,
kini saatnya ku melangkah melupakan mu,,,,

Sabtu, 13 April 2013

Status Facebook

Rindangnya malam menjadi saksi bisuku hari ini
Melakukan apa yang seharusnya ku lakukan
Tak pernah terfikir sebelumnya
Mata melotot memandang benda itu seharian...

Status facebook,,,
Ku palingkan segala isi hati dan perasaanku
Malam ini,dalam dekap kegelapan
Air mataku berderai tajam menusuk bola mata merah
Yang menderu seakan di cabik-cabik pemangsa

Hari itu datang lagi,ketika aku merasa di kucilkan
Hanya Status facebook yang menemani
Segala jeritan kalbu tertuang begitu saja
Tetanam hanya membuat sesak di hati...

Engkau Status Facebook,,,
Kau adalah Buku diaryku yg ke dua
Apalah artinya orang berkata hebat
Kalo hanya mulut yang berbicara
Tak ada guna kesombongan melekat...


Ketika Sabda Berkumandang

Malam ini bintang tak menampakkan wajah-Nya
Tak ada yang mencercah hati setitik pun
Yang ada hanya manipulasi malam kelabu
Menambah goresan luka perih di kalbu

Sejenak ku merenung dalam bisingnya
Di ujung dinding sana,
Tiba-tiba ku dengar suara denting berbunyi
Tanda peringatan dari Sang Dalang penguasa

Semakin ku berjalan jauh melayang
Semakin aku terhimpit oleh kejamnya nestapa
Yang telah melukai tulang rusuk kerompongku
Di atas kayu kecil tak berkokoh kaku

Di tengah risau hati,
Sekilas bayangan datang menerjang melayang
Entah kemana ingin berlabu dan bersandar
Pada lubang kemaksiatan yang telah menodai ufuk sana

Padahal,
Mereka telah di bisikkan oleh Sang Dalang
Sabda-sabda yg bersentuhan
Tentang sebuah alunan yang menggerakan hati dan pikiran

Tapi,
Sekali lagi malam ini hanya malam kelabu
Tak ada rasa ingin bangkit goyahYang mereka tahu hanyalah berbuat dosa

"Sepucuk Surat Untuk Tuhan"

Tuhan,,,
Dalam hati,hamba ingin meminta
Tentang suatu hal yang menjadi rahasia hidupku
Tentang fatamorgana yg sudah mengancam tirai senduku

Tuhan,,,
Ku titipan sepucuk surat buat para dalang
Yang sudah merunduk mengores masaku
Menerjang segala asa dan mengupas kulitku

Mengarungi arus derai air mata lukaku
Dan membasahi air mata piluku
Mencercah segala yang menjadi ego dalangmu
Merintis sukma yang sangat mendalam

Tuhan,,,
Lewat surat ini ada pengharapan
Aku ingin mereka tahu kalau duri yang pernah menusuk
Kini telah menjadi batu asah nan Indah

kajiansastra.blogspot.com


RINDU 

Jiwa ini kering, gersang
Bagai pohon tak berdaun
Yang butuh akan siraman air
Air kasih sayang-Mu

Aku rindu akan cinta-Mu
Aku rindu dengan rangkulan-Mu
Aku rindu dengan belaian dan Kasih-Mu

Tapi seperti Engkau jauh
Jauh, jaaauuuh di atas arsyi-Mu
Aku coba mendekat kepada-Mu
Dengan Zikir, pikir, dan doa

Astagfirullah…
Lailaha Illallah
Subhanallah
Alhamdulillah
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar

1/20/2008

Menanti di Peraduan

Kubalut sepi ini
Kugenggam dengan tasbih
Kurajut dengan zikir
Kubermunajab pada Illah ku
Perempatan malam menjemput
Perkutuk bertasbih
Dedaunan merunduk
Sahutan kokok ayam dengan tasbihnya
Ya Karimullah
Bayu semilir
Kubermunajab pada Illah ku
Takbir, tahmid, zikir enggang usai
Di perempatan malam kudendangkan
Asa ini setia menanti uluran
Karena ia kan ujud
Bagia...
Cinta…
Sayang...
Di peraduan

Jumat, 12 April 2013

SABDA ALAM




 Bulan tampak mendung merenung bumi
Seberkas haru larut terbalut kalut dan takut
Terpaku ratap menatap jiwa-jiwa penuh rindu
Hangatkan dahaga raga yang sendu merayu

Bulan tak ingin membawa tertawa manja
Kala waktu enggan berkawan pada hari
Saat bintang bersembunyi sunyi sendiri
Terhapus awan gelap melahap habis langit

Bulan memudar cantik menarik pada jiwa ini
Hitam memang menang menyerang terang
Tetapi mekar fajar bersama mentari akan menari
Bersama untaian senandung salam alam pagi
Semoga Puisi Alam diatas bisa bermanfaat bagi kita dan membuat kita sadar akan pentingnya menjaga kelestarian Alam kita yang semakin habis oleh ulah manusia.

Kamis, 11 April 2013

Dinamakan"Al Manaar Lantai 7"

Beginilah keseharian di kampus,tepat di hari Kamis,11 April 2013, kebetulan ada mata kuliah Morfologi dan mata kuliah Belajar dan Pembelajaran,sungguh sesak kaki dan mata memndang saat baru pertama menginjakkan kaki ke Al-Manaar saya bertemu dengan mantan pembina di salah satu organisasi di kampus,sorak saja ia berkata"APAJI",,langsung saja pandangan mata melirik ke arahnya,,hehehe

Al-Manaar lantai 7, begitulah kami menyebutnya. Baru mendengarnya sudah terasa sesak di hati,,hehe. Bagaimana tidak seminggu sekali naik ke ruangan ini dengan suasana hati yang tak karuan ditambah kaki yang cuapek dan rasanya mau tepos saja,,ohohoh. Tapi bagaimanapun harus ku jalani serisau apapun ku harus menjalani karena sudah menjadi kewajiban alam bagi Mahasiswa,,,"Kata-nya.SA

*BERSAMBUNG*