Kamis, 03 Juli 2014

Pagi mencekam

Pagi mencekam....
Separuh dari sehari yang cerah menambat
Ribuan sukma dari bilik-bilik dinding jendela rumah...

Sama halnya seperti lentera
Cahaya pagi selalu saja mencekam ubun-ubun...
Hingga tiba masanya berganti menjadi siang...

Pagi ini mencekam...
Hawa panas mulai terasa diantara lapisan kulit yang tipis kecoklatan
Hingga cahaya pagi membangunkanku dari tidur panjang...

#MN

Apakah kekaguman cinta masih ada?

Selama ini selalu kusimak kata hatiku sendiri tanpa mendengarkan bagaimana keteguhanmu...
Ku buka lebar-lebar harapanku agar aku bisa menyayangimu dengan sederhana. Bahkan aku tak paham bagaimana cara mencintaimu dengan sempurna....

Panutanmu itu kini tak jadi milikmu sendiri...
Haruskah aku berkata tidak?
Bahkan aku tak paham benar tentang dirimu. aku juga tak mengerti bagaimana kecewamu nanti...
Aku hanya ingin menerjemahkan bahasa tubuhmu...

Aku tak pernah ingin memaksa jantungmu berhenti berdetak. Karena hati dan pikiran ini kadang khilaf...
Hanya mata batin pelengkap hidup ini...

Ketika berada dalam sebuah cerah pagi, aku hanya bisa berdoa semoga malam tidak cepat mengganti hariku agar aku bisa menemani setiap langkah kakimu...

Mungkin, suatu hari nanti aku akan rapuh ketika waktu mencoba melawan semua impianku...
Entah itu kapan...
Hanya bisa mencoba bertahan dengan kekuatan hati...

Apakah kekaguman cinta masih ada?
Bahkan aku tak bisa melawan takdir Jika memang fitrah itu sudah tertulis....

Tuhan....
Sudah terlalu lama rasa ini terabaikan..
Dan sudah terlalu sering rindu ini terpendam...

Dan ketika semua harus berubah yang tertinggal hanya kenangan ini dan sebuah kalimat bahwa aku bahagia pernah mencintainya...

For U <M.N> :) :*

Bagai semburat mematahkan kesunyian

Ketika cinta bersemi diantara mereka bagai semburat mematahkan kesunyian malam..
Tak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Bahkan segala perbedaan bisa menyatu dalam sebuah keyakinan...
Mereka hanya hamba yang bisa berharap waktu akan segera menyatu dalam sebuah janji yang suci... :)
Amiinnn.

Ramadhan Senja

Ramadhan senja....
Bulan kali ini diibaratkan seperti senja yang senantiasa memberi jingga kepada semua syair menuju bedug puasa....

Bahkan tidak ada cacat sekalipun
Ramadhan ini adalah senja yang memberikan keindahan di seluruh insan jagad raya....

Semua orang mengagumi senja saat berkumandang melafadzkan tanda kebesarannya...

Ini adalah bulan ramadhan
Bulan suci yang penuh dengan senja, dibinari cahaya rahmat-Nya
Bagi umat islam diseluruh penjuru dunia...

Senja kali ini mengabarkan kabar gembira bahwa semuanya sempurna...

Alhamdulillah senja yang baru saja nampak telah mengajarkan kita satu kebaikan menahan hawa nafsu dan amarah
Sungguh bulan ramadhan ini bulan yang suci...

#MN

Kamis, 26 Juni 2014

Tiga hari telah berlalu

Tiga hari telah berlalu setelah kuputuskan untuk mundur dari dunia silammu.
Apakah kamu tahu? Rindu ini sudah hampir mencekik ubun-ubun.

Namun tetap saja waktu tak akan pernah rela untuk berhenti.
Tak ingin egois, hanya ingin melepaskan rasa ini.

Biarkan ia terbang bebas melintasi rotasi waktu dan pergi. Apakah kembali?

Entahlah hanya bisa menahan dari kejauhan berharap ingatanku takkan pernah lumpuh setelah kupaksakan angin berlalu melintas pada genggaman malam yang menjadi saksi candamu.

Setelah berabad-abad akhirnya aku hanya bisa lari dari semua ketidakmungkinan ini.

#MN

Teruntuk kamu, seseorang yang beberapa hari ini telah membekukan hatiku

Teruntuk kamu, seseorang yang beberapa hari ini telah membekukan hatiku...
Bukan masalah seberapa lama melupakanmu tapi bagaimana awal aku mengagumimu. Selalu saja berkata waktu akan menjawab! Sampai kapan??
Cinta merasuk pada jiwa seorang perempuan yang memberikan sebuah kepercayaan pada seorang laki-laki dari milyaran manusia di dunia. Aku ingin tahu apakah dia benar-benar paham? Ketika malam itu kami bertemu di sebuah persimpangan jalan. Saat itu sudah ada rasa tanda tanya dari hati yang mendorongku untuk mengagumimu...
Dia laki-laki baik? Sudah tentu pasti, keyakinanku mengatakan dia baik. Aku selalu mencoba memberikannya sebuah isyarat walaupun butuh beberapa abad sampai  akhirnya dia mengerti...
Ketika dia tahu semuanya, ketika dia tahu aku mengaguminya, kadang berpikir ini tidak seharusnya terjadi!!!
Mungkin perasaan ini salah, perasaan ini telah berdosa. Dan sekali lagi aku telah mengecewakannya. Seberapa kuat hati menerima kenyataan ketika aku tahu dia menyukai orang lain. Rasanya seperti bumi terbelah menjadi dua. Ini sangat berat hingga pada akhirnya kuputuskan untuk pergi. Tapi dia selalu saja mencegah, menggenggam erat tanganku. Dia sebenarnya tidak tahu aku sudah lama memendam rasa ini diam-diam. Lantas harus bagaimana? Setelah beberapa waktu ini dia tahu kenyataan yang sebenarnya. Apa harus lari? Apa harus mundur jika memang dengan mencintaimu membuatmu terluka?
Tuhan, ini sangat berat!!!
Lebih baik aku pergi, meninggalkan rasa kekaguman yang sudah sejak lama kupendam. Kini kuputuskan untuk mundur demi dirimu. Namun satu hal yang tidak pernah engkau tahu. Sebenarnya, sudah sejak lama aku mengagumimu bahkan sebelum kita bertemu...

#MN

Rabu, 25 Juni 2014

Dalam sebuah harapan

Mungkin aku tak bisa mencintaimu dengan sempurna. Hanya bisa bertahan atas apa yang telah kuyakini sejak lama. Awalnya tak tahu siapa dirimu, mengenalmu, mengagumimu dan pada akhirnya aku mencintaimu...
Ya Rabb...
Dalam kerendahan hati hamba hanya meminta jika semuanya benar jaga hati kami setiap waktu. Yang bertahap ini adalah bukti atas semua bait kebisuan yang sempat kulantunkan...
Ya Khalik...
Aku selalu merindunya walaupun hanya sebatas kerinduan dalam asa saja. Namun dalam doa, selalu kulantunkan ayat-ayat kerinduan yang akan bergumam :)

#MN