Minggu, 21 April 2013

>>>>Ketika Kawan Menjadi Lawan

Ada kata yang tak sempat aku ucapkan...saat aku ingat tentang dikau wahai sahabat
mengukir indah kisah persaudaraan alam
pada satu lemabaran kertas yang sempat kita urai

Darah sempat bercucuran,wajah kusam tak terbentuk...
napas sempat tersentak saat ucapan itu keluar dari mulut manismu
Dada rasanya sakit seperti di cabik-cabik
Aku sudah makan hati

Ingatkah engkau wahai kawan...
Saat darah menjadi nanah
Saat masa menjadi tinta
yang menjadi saksi bisu persahabatan kita

Tapi,kenapa...
kini kau nodai lembaran kertas itu
dengan tinta hitam yang pernah kita ukir
Dengan menusukku dari belakang

Wahai kawan...
Dulunya kita bagaikan pinang di belah dua
Sepiring berdua,serasa berdua
Tapi engkau yang dulunya q anggap kawan
Kini berubah menjadi lawan

"Kuliah Tempat Kami Menuntut Ilmu"


Knowledge is Step by Step

Banyak hikmah yang bisa kita peroleh dari bangku kuliah, dari dosen-dosen yang mempunyai dedikasi tinggi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan akhlak para mahasiswanya, bahkan pada mahasiswa itu sendiri dimana yang didapatkan bukan hanya ilmu tapi pengalaman yang begitu dan begitu berharga. Seperti halnya oleh dosen Etika Profesi Keguruan (ku), sebut saja namanya Pak Rusli Malik. Beliau adalah salah seorang politikus di salah satu partai baru saja dilegalisasi di Indonesia. Umurnya yang sudah kepala 5 tak pantas menjadi gambaran wajah dan pribadnya yang terlihat oleh kasat mata sangat muda seperti masih kepala 3. Beliau seringkali bolak-balik Jakarta-Makassar, katanya sebagai persiapan pencalonannya sebagai anggota DPR-RI.

Materi kuliah yang diberi pada kesempatan itu adalah "Kompetensi yang Harus Dimiliki Dalam Mengajar". Yang pertama beliau menjelaskan tentang Kompetensi Individual. Kompetensi Individual tidak hanya harus dimiliki oleh seorang pendidik, tetapi juga harus dimiliki oleh peserta didik. Akan tetapi seorang pendidik harus memiliki setiap karakter dalam dirinya, bukan berarti berkepribadian ganda, ya, ini dikarenakan agar pendidik mampu memahami setiap karakter yang berbeda-beda dari setiap peserta didik.
Kompetensi ini juga berdasar pada bakat dan minat yang dimiliki oleh peserta didik. Agar mampu dikembangkan dan dilestarikan.

Yang kedua, Kompetensi Paedagogik atau lebih populer dengan Kompetensi Pendidikan. Pada kompetensi ini, beliau membahas tentang "Orang yang ketika kecil rajin, maka besarnya ia akan malas. Sebaliknya, apabila kecilnya malas, maka besarnya ia akan rajin." Sebelumnya kami bertanya-tanya maksud dari kalimat tersebut. Lama kami bingung, beliau lalu menjelaskannya. "Maksudnya begini,, mereka yang ketika kecil rajin belajar, besarnya akan menjadi malas, bukan malas karena apa, tapi hidupnya tak lagi dirundung pilu, hanya bisa ongkang-ongkang kaki di kursi jabatan, mengendarai mobil mewah dan memiliki rumah sendiri. Nah, kalau yang kedua, mereka yang malas ketika kecil maka besarnya ia akan rajin. Maksudnya, rajin mencari pekerjaan ke sana ke mari karena tidak ada yang menerimanya, sehingga jadi tukang becak pun adalah pilihan terakhir." Jelasnya sambil tertawa sedikit. "Oleh karena itu adik-adik (begitu panggilannya pada Mahasiswa) sedari kecil dan sekarang kalian harus giat belajar. Karena rajin pangkal pandai." Begitu lanjutnya. Kembali lagi kami teringat memori pada puluhan tahun silam saat masih terbungkus baju seragam merah putih. Peribahasa yang menjadi sarapan tiap hari di koridor sekolah.

Ketiga adalah Kompetensi Sosial, seorang pendidik dan peserta didik selain harus memiliki kompetensi individu, juga harus memiliki kompetensi sosial. Dimana melalui kompetensi ini mampu terjalin komunikasi yang baik antar satu orang dengan yang lainnya. Lalu yang dibutuhkan dalam kompetensi ini adalah kemampuan mengendalikan Emosional Question (EQ) karena jika yang ada hanya Intelektual yang bermain, maka sangat sulit menjalin komunikasi yang baik sehingga akan menghambat Kompetensi Sosial yang sebenarnya sangat perlu ditanamkan. Dibawa seru saja, kami terhanyut pada wibawa beliau yang santun dan tenang dalam bertutur. Sesosok pendidik yang membuat tenang jiwa para peserta didiknya.

Nah, yang terakhir adalah Kompetensi Kepribadian. Masih segar dipikiranku, kurang lebih mengenai kompetensi ini, beliau bertutur bahwa Din Syamsuddin dalam Milad Enrekang beberapa bulan lalu  berkata bahwa anak-anak usia sekolah di Jepang telah dididik dalam bersosialisasi dan mampu mandiri sejak kecil. Sebagai contoh, saat SD mereka dibiasakan membawa 2 gelas kosong ke Sekolah. Ketika mereka bertanya untuk apa?, jawabannya singkat, gelas pertama untuk mencari air minum yang memang sudah tersedia di lingkungan sekolah. Gelas kedua untuk mencari air dengan usaha sendiri. Jadi intinya mereka telah didik untuk mandiri sejak kecil. Maka lihatlah sekarang Jepang bagaimana, tak perlu ku jelaskan, kalian sudah tahu.

Sebuah kompetensi adalah hal yang menjadi dasar bagaimana manusia terdidik sebagaimana mestinya, sebenarnya, dan seharusnya. Karena tujuan dari pendidikan itu sendiri adalah Memanusiakan Manusia sesuai dengan pemikiran para pakar Psikologi. Tetapi dalam hal ini tergantung bagaimana seorang individu itu mampu memanfaatkan setiap kompetensi lahiriah maupun kompetensi kebiasaan yang ada pada dirinya

Inilah cerita singkat yang mungkin bermanfaat dari bangku kuliah yang menampungkan ilmunya kepada saya, kepada kamu, dia, kalian, dan mereka.

Salam Senyum :) :) :) :)

Selasa, 16 April 2013

>>>Dia"

Mencoba mengerti hidup walau sulit...
Megarungi setiap daya nalar yang mengguh hati..
Kini aku tak mampu lagi menjaganya
Karena dia telah berubah

Aku ingin dia tau...
Berartinya dia bagiku
Berartinya dia di setiap sudut pandanganku
Di stiap derai arus perjuangan hidup ini..

Aku hanyalah seorang yg lemah...

Tak memberi kabar yang sepantasnya bsa q ubah
mencoba mengarungi tiap hati yg tergugah
untuk menggapai ujung hatinya yg tak lg indah...

Di setiap helai napas ini selalu ada dia...
Dia yg pernah mengajariku ttg arti hidup
Tp ercuma semuanya hanya tinggal kenangan
Yg haya bs q ukir d atas lemar kertas yg telah kusam....

Lautan Cinta

Waktu terus berputar pada porosnya...
Harapan akan terus berjalan
Seiring dengan hayalan palsu
Terkapar dalam ruang kosong

Lautan cinta yang dalam...
Seluas samudera segerlap dermaga
Akankah ku temui wahai alam??
Pengharapan yang tak indah,hanya belenggu

Sempat ku temui seorang yang harap...

Bagai kuncup bunga yang tak pernah mekar
Seakan daging habis dicabik-cabik
Di telan oleh perasaan yang lari seketika

Akankah ku temukan alam itu???
Lautan cinta hanya diam membisu
Tak pernah mendengar keluh dan kesahku
Aku hanya  terpuruk di tengah hutan rimba

Senin, 15 April 2013

Lihat Diriku

Lihat diriku...
Aku hanyalah seorang pengemis compang
Wajah kusam pakaian buram
Dengan sandal jepit lubang

Lihatlah diriku...
Masaku tak seperti dulu
Dulunya aku permata Emas
Tapi kini berubah menjadi permata perak

Kini aku hina d mata surya...
Aku tenggelam di bawah langit hitam
Aku terkubur dalam peti mati
Dan melompat ke liang lahar

Mana Permata emasku yang hilang...
Dalam rintihan aku mencarinya
Mungkin Tuhan telah mengambil permata emasku
Sebab khilafku tak ada guna

Minggu, 14 April 2013

>>>Untaian Kata

Seuntai kata ku ungkap, kini percuma,
segudang senyum ku tebar, kini tak ada guna..
Tangis ku, langkah ku, kini seiring sejalan..
Berjuta cinta hadir menemani ku,

tapi satu pun tak mampu buat ku menyayangi nya,.
Cintaku tetap kamu, rindu ku hanya kamu,
dan biarkan itu selama nya..
Meski kau telah tiada


Kau,,,,,,,
yang pernah mengisi lubuk hati ini
yang pernah katakan cinta tulus dari hati
kini kau pergi dengan sejuta kenangan

apa yang tlah qta jalani selama ini
ternyata harus pergi
dan tak mungkin kembali

indahnya masa lalu yang kita lalui
akan selallu ku simpan n ku kenang
dan aku hanya bisa berdo’a
semoga kau selalu bahagia bersamanya,,,

aku yakin kelak kan ku temukan jua pengganti mu yang lebih indah mengisi hidup ku,,,,

selamat tinggal kenangan,,,,,,
selamat tinggal masa lalu,,,
kini saatnya ku melangkah melupakan mu,,,,

Sabtu, 13 April 2013

Status Facebook

Rindangnya malam menjadi saksi bisuku hari ini
Melakukan apa yang seharusnya ku lakukan
Tak pernah terfikir sebelumnya
Mata melotot memandang benda itu seharian...

Status facebook,,,
Ku palingkan segala isi hati dan perasaanku
Malam ini,dalam dekap kegelapan
Air mataku berderai tajam menusuk bola mata merah
Yang menderu seakan di cabik-cabik pemangsa

Hari itu datang lagi,ketika aku merasa di kucilkan
Hanya Status facebook yang menemani
Segala jeritan kalbu tertuang begitu saja
Tetanam hanya membuat sesak di hati...

Engkau Status Facebook,,,
Kau adalah Buku diaryku yg ke dua
Apalah artinya orang berkata hebat
Kalo hanya mulut yang berbicara
Tak ada guna kesombongan melekat...